Studi Agama-Agama dalam Penilaian Masyarakat

Ketika sebagian orang mendengar kata Perbandingan Agama, pasti menimbulkan banyak pertanyaan. “Perbandingan Agama, apa itu? Masa agama dibanding-bandingkan sih”, kata beberapa orang yang saya tanya dalam lingkup kampus IAIN Purwokerto sendiri dan beberapa masyarakat sekitarnya.

Memang, di kalangan masyarakat bahkan di IAIN Purwokerto pun masih banyak yang belum mengerti tentang keberadaan program studi ini. Padahal, di luar sana studi tentang agama-agama ini sudah menjadi studi yang terkenal bahkan studi ini berskala internasional.

Akan tetapi, tidak semua orang tidak tahu mengenai program studi ini. Menurut pendapat salah satu warga, Cahyono selaku tokoh masyarakat Desa Glempang, Kabupaten Banjarnegara. Saat ditanya pendapat mengenai Perbandingan Agama, beliau mengatakan, “Perbandingan Agama adalah studi lintas agama dan mempelajari banyak agama-agama yang ada di dunia”. Hal ini menunjukkan bahwa tidak semua orang tidak tahu mengenai program studi ini.

Mengenai Program Studi Perbandingan Agama di IAIN Purwokerto mulai menerima mahasiswa angkatan pertamanya pada tahun 2015. Program studi ini berada dalam naungan Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora.

Program studi ini telah alih nama dari Perbandingan Agama menjadi Studi Agama-Agama. Menurut informasi yang saya dengar, perubahan nama ini pada awalnya merupakan usulan para rektor mengenai Perbandingan Agama. Menurutnya, lulusan Perbandingan Agama sulit mendapat pekerjaan. Meskipun pada kenyataannya tidak seperti yang diperkirakan. Maka dari itu, digantilah menjadi nama Studi Agama-Agama. Sekaligus nama gelar sarjanapun diganti menjadi S. Ag.

Keuntungan kuliah di program studi Studi Agama-Agama. Menurut pendapat beberapa dosen Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora IAIN Purwokerto. Salah satunya Bapak Ubaidillah M.A, menurut beliau menekuni di bidang Studi Agama-Agama banyak sekali keuntungannya. Selain yang sesuai dengan capaian profesi lulusan yang tercantum dalam panduan akademik salah satunya bisa menjadi ahli agama dan pembangunan, konsultasi individual, menjadi tenaga pembangunan pada berbagai institusi negeri dan sebagainya. Dengan program studi ini mahasiswa juga berkesempatan belajar agama lintas negara. Bahkan berkesempatan besar untuk belajar ke luar negeri dalam rangka mengkaji agama-agama yang ada di dunia ini.

Hal-hal tersebut bisa digunakan sebagai cara untuk mensosialisasikan keberadaan Studi Agama-Agama, baik lingkup kampus, antar kampus bahkan kepada seluruh penjuru nusantara bahkan dunia. Agar Studi Agama-Agama ini tidak lagi dipandang sebelah mata oleh beberapa kalangan. Karena Studi Agama-Agama pada dasarnya akan membuat seseorang lebih cinta kepada agamanya sendiri, bukan malah justru saling menjatuhkan antar satu dengan lainnya serta membentuk toleransi yang kokoh terhadap diri manusia itu sendiri. (Merinda Nur Oktafia).

About the Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

https://www.instagram.com/fuah.iainpurwokerto/