SEMINAR SANGGAR KEPENULISAN FUAH

Pada Sabtu, 13 Oktober 2018, Pengurus sanggar kepenulisan FUAH mengadakan Seminar Sanggar Kepenulisan FUAH dengan tema “ Generasi Muda Menulis di Zaman Milenial” yang dilaksanakan di Ruang Diskusi, Gedung Perpustakaan IAIN Purwokerto lt.4. Kegiatan ini terlaksana dengan sukses dan lancar. Dihadiri oleh 50 partisipan dari peserta (anggota baru Sanggar Kepenulisan FUAH), panitia dan tamu undangan. Seminar ini diisi oleh dua pemateri yaitu Bpk.Arif Hidayat, S.Pd, M.Hum (Dosen IAIN Purwokerto) dan Bpk.Wanto Tirta (Sastrawan Banyumas) yang dimoderatori oleh Ullya Romatika dari IAT semester 1. Dengan tanpa membayar tiket masuk peserta seminar ini mendapat fasilitas snack, makan siang dan sertifikat .

Diadakannya seminar bertujuan agar  para member Sanggar Kepenulisan FUAH lebih semangat dan semakin termotivasi untuk selau berkarya di bidang tulisan. “Umur boleh tua tetapi menulis selalu dikenang masa. Sebagai seorang penulis cukup tulislah apa yang ingin kamu tulis. Menulislah mulai dari hal yang kecil mulai dari apa yang kamu lihat disekitarmu dan apa yang ada dipikarnmu yang ingin kamu tuliskan” Kata Pak Wanto. Dengan motivasi dari salah satu pemateri tersebut, diharapkan akan menumbuhkan rasa semangat untuk berkarya.

“Jadilah trendsetter bukan hanya menjadi follower dengan memiliki ide-ide kreatif dalam kepenulisan. Buatlah tulisan yang membuat orang lain termotivasi dengan tulisan kita dan terkesan. Menulis tidak harus yang berat-berat,yang sederhana saja dulu. Tulislah dengan keadaan yang ada disekitar kita. Dalam menulis juga butuh proses dan tahap yang sesuai agar terciptanya hasil karya yang luar biasa. Maksudnya, setelah membuat karya tulis juga perlu adanya pengeditan yang hati-hati agar apa yang dihasilakan sesuai yang diingankan” tutur Bapak Arif Hidayat. Apakah kiat-kiat yang harus dilakukan oleh calon penulis ketika mendapat rintangan menulis? Jawaban dari Pak Arif sebagai berikut:

  1. Mempunyai mood atau rasa keinginan untuk menulis
  2. Ketika membuat puisi diperlukan situasi yang tenang dan dianjurkan dengan mendengarkan musik yang membuat kita fokus dalam membuat puisi tersebut
  3. Menjadi termotivasi ketika dekat dengan orang yang pandai menulis sehingga kita bisa memotivasi kita untuk menulis. Dekat dalam arti kita mengenal dan sering berkomunikasi atau konsultasi tentang kepenulisan. (Finia)

Leave a Reply