Sejarah

Pada tahun 2014, STAIN Purwokerto menjadi IAIN Purwokerto. Seiring dengan peralihan Status tersebut, STAIN yang memiliki tiga jurusan (Tarbiyah dan Keguruan, Dakwah dan Komunikasi, dan Syari’ah dan Ekonomi Islam) dikembangkan menjadi lima fakultas, yaitu: Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Fakultas Syariah, Fakultas Dakwah, Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora, dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Hal ini sebagaimana tercantum dalam Peraturan Mentri Agama Republik Indonesia, nomor 3 tahun 2015 tentang “Organisasi dan Tata Kerja Institut Agama Islam Negeri Purwokerto”.

Pada IAIN yang sudah mapan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora merupakan tiga fakultas yang berdiri sendiri. Namun, di IAIN Purwokerto yang baru alih Status dari STAIN ke IAIN, tiga fakultas tersebut dijadikan satu dengan membuka tiga program studi, yaitu: Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Perbandingan Agama (PA), dan Sejarah dan Kebudayaan Islam (SKI). Dua prodi pertama, IAT dan PA, merupakan program studi dari Fakultas Ushuluddin, kemudian, Prodi SKI merupakan bagian dari program studi di Fakultas Adab, sedangkan Humaniora belum ada program studinya.

Program Studi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir didesain bukan hanya melahirkan sarjana yang ahli dalam bidang Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir secara teoritis, tetapi juga menjadi praktisi di bidang tashih Al-Qur’an, guru profesional di bidang Qur’an dan Hadis di MA/MTs/MI, dan guru profesional bidang Tahfidh dan integrasi sains dan agama di sekolah-sekolah Islam terpadu.

Kemudian, program Studi Perbandingan Agama didesain agar sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat kontemporer, khususnya masyarakat Indonesia yang multi religious dan masih termasuk negara berkembang yang giat membangun. Studi perbandingan agama diharapkan berkontribusi terhadap agama dan pembangunan di Indonesia. Karakter khusus program perbandingan agama adalah studi agama dan pembangunan secara komprohensif dengan multi perspektif sehingga mampu menggunakan agama sebagai modal dan spirit pembagunan.

Adapun Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam didesain dengan memiliki karakter khusus dengan fokus pada Kawasan Asia tenggara. Selain itu, Program SKI di desain untuk melahirkan sarjana yang tidak hanya memiliki wawasan konseptual tetapi sekaligus mempunyai keterampilan untuk menyajikan historisitas situs-situs Islam berupa audio visual (film) dan memberikan pelayanan bidang wisata religi.