MAHASISWA IAT IAIN PURWOKERTO BERKIPRAH DI FORUM INTERNASIONAL DI MANADO

Purwokerto –  Mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Fakultas Usuluddin Adab dan Humaniora (FUAH) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto, berkiprah di forum Internasional di Manado. Bertempat di Institut Agama Islam Negeri (IAIN), kegiatan tersebut bernama The 2nd International Student Conference on Islamic Studies. Dilaksanakan pada Jum’at (31 Agustus) sampai dengan Minggu (2 September 2018), kegiatan tersebut berlangsung meriah dan mendapat sambutan positif dari para peserta. Bertemakan Islamic Contemporary on The Eyes of Young Research (Islam Kontemporer di mata para peneliti muda), kegiatan tersebut diikuti oleh para panelis—yang lolos seleksi abstrak, dari pelbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia, seperti Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Alaudin Makassar, UIN Antasari Banjarmasin, IAIN Bukittinggi, IAIN Samarinda, IAIN Palangkaraya, IAIN Surakarta, dan PTKIN lainnya.  Kegiatan tersebut dibuka oleh Dr. Hj. Rukmina Gonibala, M.S.I., selaku Rektor IAIN Manado dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh para keynote speaker seperti Prof. Dr. Chokchai Nyueyong dari Khon Khaen University Thailand, Dr. Mohd Shamsuri Md Saad dari Universiti Teknikal Malaysia, dan Ismail Suardi Wekke, Ph.D dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sorong, Indonesia. Selepas pemaparan materi oleh para keynote speaker kegiatan tersebut dilanjutkan dengan panelisasi oleh para panelis.

Diantara karya yang dipresentasikan oleh para penelis diantaranya: wacana kesetaraan gender dalam Al-Qur’an dan Hadis menurut Husein Muhammad (Andi Rabiatun dr UIN Yogyakarta), Membaca Islam Nusantara di Era New Media: Analisis Gagasan Islam Nusantara pada konten situs Islami.co, Alif.ID dan artikel Kalis Mardiasih di Kolom Detik Online (Arifin dr IAIN Palangkaraya), Pengaruh Metode Dakwah KH. Muhammad Zaini bin Abdul Ghani terhadap motivasi Beragama Masyarakat Kalimantan Selatan: Studi terhadap perilaku pengikut akun Media Sosial “Guru Kita”, dan lain sebagainya. Badrus zaman selaku delegasi dari IAIN Purwokerto mempresentasikan karyanya   yang berjudul “Rasm Usmani di Kalangan Santri: Studi Resepsi Al-Qur’an di Pondok Pesantren Al-Hidayah Karangsuci Purwokerto. Menurutnya, hal tersebut penting untuk diteliti dikarenakan beberapa hal, diantaranya: (1) masih sedikitnya penelitian mengenai rasm usmani, (2) masih banyaknya msyarakat yang belum memahami betul apa yang dimaksud dengan rasm usmani, sehingga tak jarang terjadi klaim antar masyarakat bahwasannya mushaf yang digunakan adalah yang paling usmani, yang mana hal tersebut sangat berpotensi akan terjadinya fragmentasi di masyarakat, dan lain sebagainya. Hal tersebut  dirasa penting dibahas oleh Badrus zaman, dengan harapan hasil penelitiannya dapat berkontribusi untuk menambah khazanah keilmuan di masyarakat perihal rasm usmani serta meminimalisir terjadinya fragmenasi atau perpecahan di msyarakat.  Diakhir kegiatan, ia berharap kegiatan semacam ini bisa rutin dilaksanakan, karena dengan kegiatan semacam ini, mahasiswa dari pelbagai perguruan tinggi bisa diskusi bersama bertukar pikiran maupun gagasan, saling mengenal tradisi dan kebudayaan antar peserta kegiatan, serta mencari solusi bersama atas problematika islam kontemporer untuk menjadi generasi khoiru ummah, yang menebar manfaat dan rahmat bagi semesta  alam. (Akhmad Roja BZ)

 

Leave a Reply