Dosen dan Karyawan Rutinitaskan Tadarus al-Qur’an

Purwokerto- Dosen dan karyawan Fakultas Usluhudin, Adab dan Humaniora mengikuti kegiatan Tadarus al-Qur’an. Kegiatan tersebut dilakukan setiap satu minggu sekali, yaitu pada hari Jum’at di ruang Rapat Wadek FUAH. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk budaya gemar membaca al-Qur’an.

Dr. Hartono, M. Si, selaku Wadek 1 FUAH menyatakan bahwa “kegiatan ini sangatlah penting, yaitu mencoba membudayakan hal baik yang berkaitan dengan bidang keagamaan di kampus. Kampus yang notabenenya lembaga Ilmiah, mempunyai fungsi lain yaitu sebagai lembaga Dakwah yang berkaitan dengan Keilahian.”

Tadarus Al-Qur’an merupakan salah satu kegiatan yang mempunyai banyak manfaat, di antaranya yaitu: mengobati penyakit lahir dan batin, hidup menjadi tenang dan damai, dan lain sebagainya. Hal lainnya, seperti yang dikatakan oleh Ketua Jurusan Studi Agama-Agama, Muh. Hanif, bahwa “dengan Tadarus al-Qur’an, kita akan lebih percaya kekuatan syafa’at dan barokah untuk kehidupan dunia dan akhirat. Serta lebih istikomah dalam mengajar, tidak hanya orientasi materi yang di dapat tapi nilai riligius pun kita dapatkan.”

Selain itu, Tadarus al-Qur’an termasuk  kegiatan horizontal  untuk mempererat hubungan kekeluargaan sehingga tercapai kerukunan dan toleransi di antara sesama. Tadarus al-Qur’an adalah contoh pendidikan karakter. Pembiasaan tadarus al-Qur’an dapat membentuk karakter disiplin. Kedisiplinan tersebut dapat membentuk jiwa produktif untuk memajukan pembangunan dalam bidang ekonomi, teknologi, sosial dan lainnya.

“Tadarus al-Qur’an yang dilakukan secara rutin mempunyai efek yang tidak langsung dirasakan oleh dosen ataupun karyawan. Contohnya: Mahasiswa IAT mendapatkan berkah menjadi guru tahfidz di SMA, FUAH menerima Mahasiswa yang memenuhi standar penilaian, padahal banyak calon Mahasiswa yang mendaftar tetapi di tolak. Itulah, contoh kebiasaan baik yang mempunyai efek yang baik pula” ungkap Hartono.

Kegiatan tersebut dirasa sangat menarik, para dosen dan karyawan merasa ilmu yang didapat semakin bertambah. Tadarus al-Qur’an menjadi sarana Tahsin al-Qur’an ataupun menghafalkan al-Qur’an. Bahkan, ada beberapa dosen dari fakultas lain yang tertarik mengikuti kegiatan ini. (Futihat Rizqi Amalia)

 

Leave a Reply